Kawan, selamat atas kemenanganmu. tak banyak yang aku perbuat untukmu. Aku tak biasa menulis tentang cerita. Tapi, untuk mengenang kemenanganmu aku paksakan.
Beberapa hari X 24 Jam aku susah tidut. Aku takut, aku resah, semua itu menggelayut dalam Pikiranku. Takut dirimu tak sampai pada 'Gerbang'. ketakutanku menjadi sempurna saat beberapa orang ingin 'bermain' dan mencoba memberikan isu pada dirimu. aku tidak mau mimpi panjang kita 'rusak' gara-gara sepotong menusia ini.
Kawan, aku percaya kamu akan objektif dalam menilai. Cuma, khawatir itu tetap ada. dan ternyata benar, kau lebih bijaksana.
Aku tidak pernah melihat latar belakangmu, juga tidak melihat orang-orang yang ada dibalik layar. Aku hanya melihat engkau. Karena aku yakin, dirimu akan menjadi kawanku yang tetap memegang prinsip hidup.
Aku masih ingin bergurau denganmu ketuika aku ketempatmu harus panggil dengan kata Sahabat, dan jika ketempatku kau harus memanggil kawan tanda kebebasan kita bergaul tanpa melihat latar belakang. Aku masih ingin berdiskusi denganmu, meskipun orang lain mengatakan diskusi kita 'gak jelas'.
Kawan, sekarang kau ada didepan, dan aku ada dibelakang dengan perbedaan. Dan, aku tidak akan pernah mau ada didepan. Biarlah orasimu menggema langit, aku tetap ingin 'Berbisik' padamu sambil mengingatkan Hati-hati penumpang gelap lalu mungkin kaun akan menyambutku dengan tawa.
Suatu saat kita akan pulang di kota yang sama. Aku punya harapan akan terus bersama membangun apa yang kita cita-citaka, dan tetap, kau ada didepan, dan aku dibelakang. dan, aku akan mengingat tentang kita, tentang kamu yang tertipu waktu bermalam di kost-mu. Saat itu aku bilang padamu Kawan, hati-hati dengan tasku, didalam ada al-Qur'annya. Tapi ternyata,setelah kau penasaran, kau melanggarnya dan mengecek isi tasku, ternyata hanya isi baju ganti. Pada waktu itu aku masih belum punya tempat untuk bermalam. Dan, aku hanya berharap sambutan tawa darimu seperti waktu aku menceritakan tentang sebutan Hermes pada hasib.
Kawanku, aku juga mungkin akan selalu ingat, dan suatu saat akan bercerita tentang kita 1 hari sebelum pertarunganmu. Saat aku 'menggoda' cewew berkerudung biru (mungkin pacarmu) yang mana cewe itu kau suruh menjawab anak kecil tak boleh dekat-dekat dengan orang baru. Lagi-lagi aku yakin kita akan terawa mengingat itu. Aku tidak akan mengingat orang-orang yang mencoba mengadu domba kita, sebab itu pasti hanya membuat kita kesal. Hal-hal yang hanya akan membuat kita kesal mungkin seharusnya tak usah kita ingat. Cukup kita rasakan dan kita ambil hikmahnya saja.
Kawan, aku berharap tulisan ini sampai padamu. ahh tapi tak mungkin kau baca, sebab ini terlalu jellek untuk engkau yang sudah bertaraf intelek (mungkin). Aku berharap kau tahu perasaanku begitu senang nyaris sempurna mendengat kemenanganmu. Setelah kekhawatiranku, kni terjawab. WINNER...!!!
Aku berharap kau selalu ingat masa-masa ini kawan. Semoga kita menjadi 'sepasang' manusia yang mampu mengubah jendela dunia, walaupun hanya sebatas Dunia kecil. Dan lagi-lagi, kau harus tetap didepan, aku aku ingin dibelakang.
Kawan, sekarang sudah kuantar engkau, atau lebih tepatnya aku menjadi salah satu pengantarmu ke 'Gerbang Impian'. Tapi, Aku tetap mau dibelakang, dan kau harus didepan. Tapi, jangan sampai salah arah, sebab KAU DIDEPAN, AKU DIBELAKANG.
SELAMAT KAWAN....!!!!!
02.18 WIB 06-06-2014
di Komisariat GMNI.
SURAT UNTUK KAWAN
Senin, 09 Juni 2014
Diposting oleh
Addarori Ibnu Wardi
di
08.17
0
komentar
Langganan:
Postingan (Atom)
